Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Fenomena Intoleransi (Definisi mahasiswa)

Gambar
Narasi dibawah ini lahir dan disusun berdasarkan nilai-nilai percakapan bersama mahasiswa sore hari itu, di tahun 2024. Gambaran yang memuat keadaan pemahaman intoleransi mahasiswa didalam sudut pandang-nya, sehingga penting untuk diterjemahkan menjadi suatu database (mungkin) . Percakapan dibawah ini menggambarkan keadaan intoleransi, bukan  hanya sekadar masalah yang dihadirkan individu-individu, namun  (mungkin)  cerminan sistem dan budaya yang lebih luas. Disamping itu percakapan menyajikan isu-isu yang mungkin saja sebagai pemicu utama intoleransi, isi percakapan juga menawarkan alternatif pemikiran dan tindakan ideal untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif. Semoga memberi manfaat dan memperkaya wawasan bersama.   Sumatra: Sulit sekali rasanya menjadi mahasiswa di kampus itu. Setiap kali mencoba menyampaikan pendapat yang berbeda, selalu ada saja aturan yang membatasi.   Sulawesi: Iya, aku juga merasakan hal yang sama. Kita s...

Fenomena Intoleransi (general)

Gambar
Intoleran bisa diartikan sebagai ketidakmampuan atau ketidaksiapan menerima perbedaan padangan, kepercayaan dan perilaku orang lain. Selama hanya terbatas pada tataran sikap dan gagasan, pandangan intoleran adalah sesuatu yang normal. Karena setiap orang cenderung untuk membenarkan keyakinan yang telah dipercayainya, namun intoleran akan (mungkin) mulai menjadi persoalan ketika diterjemahkan dalam bentuk tindakan. Untuk dapat memahami esensi intoleransi secara umum, ada baiknya membaca narasi berikut ini sampai akhir.   Sum: Intoleransi itu apa to sul, pap, kal, mal, jaw?, aku merasa kebingungan dengan sikap sebagian orang yang begitu sulit menerima perbedaan.   Sul: Aku melihat intoleransi sebagai bentuk ketidakpedulian. Seperti hidup didalam dunia sendiri tanpa perlu ada realitas orang lain.   Pap: Betul sekali, intoleransi itu sama saja dengan tidak toleran. Artinya, kita enggan berbagi ruang-waktu dengan mereka.   Kal: Menurutku, intoleransi itu mau menang send...

SAYEMBARA

Gambar
Menggangkat Langit Begawat: Wahai gemati, sejenak telah kau duduki singgasana sabar ini. Siapakah gerangan yang kau nanti? Gemati: Ampunkan diriku, baginda begawat yang bijaksana, pembawa cahaya kebenaran. Semoga diriku tak mengganggu semedimu. Aku sengaja menunggu di sini agar bisa berkonsultasi denganmu. Begawat: Wahai Gemati, bukankah kau masih ingat saat kita berlatih ilmu pedang bersama di padepokan ini? Sekarang, teman-teman seperguruanmu sudah pergi mengikuti sayembara menaklukan Langit. Mereka ingin menguji kehebatan ilmu bilah pedangnya dalam sayembaran itu. Lalu, mengapa kau masih di sini? Apa yang membuatmu ragu untuk ikut serta dalam sayembara yang mengasyikkan itu? Gemati: Yang mulia begawat, mohon ampun atas segala kekuranganku. Aku memang murid yang paling bodoh di antara murid-muridmu. Sebenarnya, aku sudah mencoba mengikuti sayembara. Namun, di tengah perjalanan, aku menghadapi banyak rintangan sehingga terpaksa kembali ke sini. Ingin sekali aku bertanya banyak hal, Be...

Hati, Pikiran, dan Dunia (Pencarian Kebenaran)

Gambar
Gemati: Guru mulia, hamba telah menyebrangi samudra pengetahuan, namun selalu tersesat. Apakah lautan ini terlalu luas, atau hamba yang keliru memilih arah? Begawat: Anakku, janganlah berkecil hati. Dalam dan luasnya lautan ilmu, kesalahan itu adalah kompas yang akan menuntunmu pada kebenaran. Jikalaupun kamu tersesat di belahan lautan sana, setiap ayunan dayungmu adalah petunjuk menuju jalanmu yang benar. Fallibilisme adalah prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. Konsep ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan, ini dikarenakan ilmu pengetahuan mencari validitas kebenaran. Karena itu mereka mengharapkan suatu pengetahuan menjadi seakurat mungkin. Ketika “anak melakukan kesalahan” itu ialah bagian dari “kebenaran dalam filsafat” (faham fallibilisme). Jangan tergesa menyalahkan anak jika Salah dalam menjawab pertanyaan. Karena jika dia belum belajar, maka jawaban-nya yang Salah menjadi Benar dalam keadaannya. Jika anak belum membaca petunjuk, maka adalah Benar jika nilainya...

Metafisik?

Gambar
Metafisika merupakan bagian dari aspek ontologi ilmu dalam kajian filsafat. Metafisika merupakan bagian Falsafah tentang hakikat yang ada di sebalik fisika. Hakikat yang bersifat abstrak dan di luar jangkauan pengalaman manusia. Sederhananya, metafisika adalah studi tentang hal-hal yang berada di luar jangkauan ilmu pengetahuan empiris. Metafisika berusaha memahami realitas yang lebih mendalam dan abstrak, seperti keberadaan Tuhan, jiwa, atau makna kehidupan. Keberadaan metafisika dalam ilmu pengetahuan memberikan banyak wawasan bagaimana metafisika merupakan hal substantive dalam menelaah lebih jauh konsep keilmuan dalam menunjang kejayaan manusia didalam berfikir dan menganalisis. Metafisika dapat dianggap sebagai "Filsafat di balik Fisika". Jika Fisika menjelaskan bagaimana alam semesta bekerja, Metafisika mencoba memahami mengapa alam semesta ada dan apa makna di balik keberadaannya. Percakapan sederhana berikut akan mempermudah dalam memahami apa itu metafisika?...