SAYEMBARA
Menggangkat Langit Begawat: Wahai gemati, sejenak telah kau duduki singgasana sabar ini. Siapakah gerangan yang kau nanti? Gemati: Ampunkan diriku, baginda begawat yang bijaksana, pembawa cahaya kebenaran. Semoga diriku tak mengganggu semedimu. Aku sengaja menunggu di sini agar bisa berkonsultasi denganmu. Begawat: Wahai Gemati, bukankah kau masih ingat saat kita berlatih ilmu pedang bersama di padepokan ini? Sekarang, teman-teman seperguruanmu sudah pergi mengikuti sayembara menaklukan Langit. Mereka ingin menguji kehebatan ilmu bilah pedangnya dalam sayembaran itu. Lalu, mengapa kau masih di sini? Apa yang membuatmu ragu untuk ikut serta dalam sayembara yang mengasyikkan itu? Gemati: Yang mulia begawat, mohon ampun atas segala kekuranganku. Aku memang murid yang paling bodoh di antara murid-muridmu. Sebenarnya, aku sudah mencoba mengikuti sayembara. Namun, di tengah perjalanan, aku menghadapi banyak rintangan sehingga terpaksa kembali ke sini. Ingin sekali aku bertanya banyak hal, Be...