Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Fenomena Intoleransi (Definisi mahasiswa)

Gambar
Narasi dibawah ini lahir dan disusun berdasarkan nilai-nilai percakapan bersama mahasiswa sore hari itu, di tahun 2024. Gambaran yang memuat keadaan pemahaman intoleransi mahasiswa didalam sudut pandang-nya, sehingga penting untuk diterjemahkan menjadi suatu database (mungkin) . Percakapan dibawah ini menggambarkan keadaan intoleransi, bukan  hanya sekadar masalah yang dihadirkan individu-individu, namun  (mungkin)  cerminan sistem dan budaya yang lebih luas. Disamping itu percakapan menyajikan isu-isu yang mungkin saja sebagai pemicu utama intoleransi, isi percakapan juga menawarkan alternatif pemikiran dan tindakan ideal untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif. Semoga memberi manfaat dan memperkaya wawasan bersama.   Sumatra: Sulit sekali rasanya menjadi mahasiswa di kampus itu. Setiap kali mencoba menyampaikan pendapat yang berbeda, selalu ada saja aturan yang membatasi.   Sulawesi: Iya, aku juga merasakan hal yang sama. Kita s...

Fenomena Intoleransi (general)

Gambar
Intoleran bisa diartikan sebagai ketidakmampuan atau ketidaksiapan menerima perbedaan padangan, kepercayaan dan perilaku orang lain. Selama hanya terbatas pada tataran sikap dan gagasan, pandangan intoleran adalah sesuatu yang normal. Karena setiap orang cenderung untuk membenarkan keyakinan yang telah dipercayainya, namun intoleran akan (mungkin) mulai menjadi persoalan ketika diterjemahkan dalam bentuk tindakan. Untuk dapat memahami esensi intoleransi secara umum, ada baiknya membaca narasi berikut ini sampai akhir.   Sum: Intoleransi itu apa to sul, pap, kal, mal, jaw?, aku merasa kebingungan dengan sikap sebagian orang yang begitu sulit menerima perbedaan.   Sul: Aku melihat intoleransi sebagai bentuk ketidakpedulian. Seperti hidup didalam dunia sendiri tanpa perlu ada realitas orang lain.   Pap: Betul sekali, intoleransi itu sama saja dengan tidak toleran. Artinya, kita enggan berbagi ruang-waktu dengan mereka.   Kal: Menurutku, intoleransi itu mau menang send...